Sabtu, 12 Maret 2016

Kiseiju Sei no Kakuritsu ED - IT'S THE RIGHT TIME by Daichi Miura Lyric and Translate

 IT'S THE RIGHT TIMEby Daichi MiuraKiseiju Sei no Kakuritsu ED

Lirik dan Translate Indonesia




  
Itsuka kimi ga oshiete kureta ano kotoba ga
Mune no boku no doa o fui ni nooku suru
Furikaeru hima mo naku nanika ni oware
Wasureteita keshiki o ima kimi no koe ga omoidasaseru yo
Daijoubu saa hajimeyou
Kata yang kau ucapkan padaku saat itu
Tiba-tiba mengetuk pintu hatiku
Tidak ada waktu untuk melihat kebelakang terhadap sesuatu yang telah berakhir
Saat ini suaramu mengingatkanku kembali  pada pemandangan yang terlupakan
Semuanya akan baik-baik saja mari kita mulai kembali

And It’s the right time
Arukidasou
Yeah It’s the right time
Osorenaide
Hora, ano oka o koeta basho de boku o matteiru yo
Dan inilah saat yang tepat
Mari melangkah bersama
Yah, inilah saatnya
Jangan takut
Hey, Tempat bagian luar bukit itu menunggu untukku

Tatoe donna tsurai toki mo sono kotoba ga
Hiroi umi o mayowazu susumu kibou ni naru
Me no mae no kurayami ni tachisukumu tabi
Hikari o kureru no sa
Meski sesulit apapun waktu yang kulalui, kata itu
Tanpa ragu, terus melangkah melintasi laut, lalu menjadi harapan
Dan harapan itu memberiku cahaya
Saat kegelapan di depan mata membuatku tak bisa kemana-mana

Moshi kimi ga hitori o kanjiru toki wa
Daijoubu sobani iru yo
Jika suatu saat kau merasa sendirian
Tenang saja aku akan berada disampingmu

And it’s the right time
Arukidasou
Yeah, it’s the right time
Osorenaide
Hora, ano oka o koeta basho o tomo ni mi ni yukou
Dan inilah saat yang tepat
Mari melangkah bersama
Yah, inilah saatnya
Jangan takut
Hey, temani aku melihat tempat bagian luar bukit itu

Katachi no nai kotae ni tomadou hi mo
Chiisana koe de sotto tsubuyaku no sa
Kimi to boku ni kikoeru koe de
Di hari yang kacau pun di mana tak ada jawaban
Dengan lembut bergumam suara kecil
Suara yang hanya di dengar kita berdua

And it’s the right time
Arukidasou
Yeah, it’s the right time
Osorenaide
Hora, ano oka o koeta basho de bokura o matteiru yo
Dan inilah saatnya
Mari melangkah bersama
Yah, inilah saatnya
Jangan takut
Hey, Tempat bagian luar bukit itu menunggu untuk kita

Hora, ano oka o koeta basho e tomo ni doko made mo
Hey, sampai kapanpun bersama melalui tempat bagian luar bukit itu.



Rabu, 09 Maret 2016

Senandung Kala Rindu





         Ada begitu banyak senandung yang menceritakan sebuah kisah yang mungkin terjadi dalam hidup. Juga ada saat di mana Rindu itu menghampiri, tapi aku hanya mendengarkan sebuah lagu, menatap betapa indahnya langit malam ini dan yah, itulah satu-satunya hal yang mungkin masih menghubungkan kita.
“Oh iya, terima kasih saran bukunya kemarin. Bukunya cukup menarik”. ungkapku pada seorang pria yang kukenal di salah satu fanpage para pecinta buku.
Kupikir saat itu akan menjadi chat terakhirku dengannya tapi ternyata aku salah, dan selalu saja ada awal dari banyaknya jenis hubungan.


“Aaghh,, sepertinya kali ini aku suka sama  orang yang salah lagi.. Tuhan bisakah lain kali aku tidak suka sama orang yang tidak bisa kumiliki?” Curhatku pada salah satu akun sosmed yang kumiliki. 
Yah, Tak bisa kupungkiri sepertinya saat itu tepatnya setahun yang lalu aku masih dalam keadaan di mana aku harus selalu meluapkan apa yang aku rasakan tanpa melihat kondisi disekitarku.
Beberapa menit saat postingan itu terkirim, muncul chat dari seseorang
“Sepertinya ada yang lagi galau nih”
         Ternyata pria yang waktu itu sarankan buku untukku cukup peduli dengan updatetan ini.   Tentu saja terjadi percakapan dari sapaan yang singkat itu dan tidak kusangka dia bisa memberi saran layaknya pria dewasa walau aku sempat terkejut saat tahu jarak usia yang cukup jauh.  
“hmm orang ini cukup enak juga diajak ngobrol” pikirku. 
       Tak pernah terlintas aku akan menyukainya karena selain jarak, dia juga telah memiliki seseorang disampingnya. Kami sepakat untuk menjadi teman curhat, lagipula kami tak saling mengenal jadi tidak perlu malu untuk menceritakan apapun.

Seminggu kemudian…

“Jadi begini yah rasanya diputusin, rasanya nyesek yah” sepertinya sii teman sedang mengalami masalah. Tak perlu berpikir dua kali untuk mengambil peran sebagai seseorang yang harus menghibur temannya yang sedang sakit hati.
       Entah sejak kapan aku menjadi semakin nyaman chat dengannya. Apakah sejak menjadi temannya di sosmed, saat dia mulai peduli dengan masalahku, sejak kami mulai memutuskan untuk saling bertukar pikiran atau sejak aku tahu dia tidak punya lagi seseorang disampingnya?.
      Perlahan-lahan namun aku berharap itu bukan sesuatu yang pasti, sepertinya aku mulai mengharapkan hubungan yang lebih dari teman, jenis hubungan yang sejak awal telah kami tetapkan.
“Tidak, tak boleh... Tak ada satu hal pun yang bisa membuat hubungan ini lebih dari itu.”  Teriakku dalam hati, berusaha untuk menetapkan hal itu sebagai sesuatu yang sudah seharusnya.
         Tapi sepertinya bukan hanya aku yang merasa demikian, dari obrolan sederhana seolah becanda dia yang kuharapkan hanya sebatas teman bagiku bagai mimpi ternyata merasakan hal yang sama.
“Ini hanya mimpi, hal ini tidaklah nyata.” Kutetapkan hal itu berulang kali meski aku tahu perasaan ini bukanlah sebatas mimpi. 
         Bodohnya aku yang mengulangi kesalahan yang sama, menyukai seseorang yang tak mungkin kumiliki. Kutertawakan diriku berharap segera terbangun dan perasaan ini menghilang bersama mimpi itu. Tapi,, ahhh sepertinya aku masih menolak untuk terbangun dari mimpi indah yang tak mungkin jadi nyata ini. Sedikit lagi, sesaat saja, aku  masih ingin membayangkan senyumnya dan berharap dapat segera bertemu dengannya.
“Apa yang harus kulakukan?” aku ingin menanyakannya pada teman atau siapapun tapi harus mulai dari mana, kuberitahu pun belum tentu mereka mengerti.
“kisahmu ini kayak film drama saja , dan anggap saja kau sedang memainkan peran dalam cerita itu Khii. Haha.. ” Ucap Kikan teman yang kukenal sejak kuliah yang saat ini sedang duduk di sampingku menikmati cemilan yang dia beli saat memutuskan untuk menginap di rumahku karena cuti yang dia ambil dari tempat kerjanya.
“Tapi kita tidak sedang dalam film itu, kembali ke dunia nyata, sulit untuk membuat kisahmu itu jadi nyata lalu happy ending.” Tambahnya.
         Seperti dugaanku keadaan ini akan sulit untuk dimengerti, perbedaan usia dan jarak sepertinya menjadi hal yang sangat menentukan seseorang bisa bersama.
“Baiklah, akan kuakhiri.“ Lagi-lagi aku berusaha untuk meyakinkan diriku.
        Aku ingin, ingin berusaha untuk mengakhiri tapi tak tahu bagaimana untuk memulai, memulai untuk mengakhiri sesuatu. Kali ini, Tuhan, bisakah kau membantuku?
Ternyata tak butuh waktu lama permintaan itu menjadi nyata.
 “kau ingin mulai menyukai seseorang, Bukankah itu bagus?”. Tuhan, aku berharap bisa benar-benar bahagia saat menulis balasan chatnya saat itu. Bukankah memang itu yang kuharapkan.
        Kubiarkan dia pergi, dan memutuskan untuk menghapus segala tentangnya walau dia berusaha datang untuk meminta maaf karena telah memutuskan untuk menyerah.
“Kau meminta maaf untuk apa? Tak ada yang salah kan, kita juga bukan siapa-siapa”. Jawabku berharap bisa menenangkannya.
      Aku mohon untuk tak muncul lagi setidaknya biarkan aku untuk bersikap egois kali ini.  Jangan memintaku untuk tetap berada disampingmu
“Tetap menjadi temanmu yang berharga?” Ayolah kita sama-sama tahu sejak awal seandainya kita bertemu dengan keadaan yang berbeda, kita tidak akan terjebak dalam dunia mimpi.
“Apakah aku baik-baik saja?” tolonglah jangan menanyakan keadaanku saat ini.
     Aku juga bingung bagaimana harus bersikap saat kita harus melepaskan seseorang yang sebenarnya ingin kita miliki. Kau benar, tidak ada yang bisa diperjuangkan yang ada hanyalah kita yang membuat keadaan semakin rumit.

“Yap inilah yang terbaik..!!”. Kuharap itu bisa menjadi kata- kata penutup yang baik dari obrolan panjang kita malam itu.
      Sakit, tapi inilah saatnya, saat di mana untuk mengakhiri mimpi itu dan seperti yang biasa dilakukan, bermimpi, terbangun, lalu memulai untuk mencari hal baru yang tidak hanya sebatas mimpi. 

Setahun kemudian
       Ternyata melupakan bukanlah masalah waktu. Apakah setahun itu masih termasuk sebentar untuk berusaha melupakan?
       Apa kabar dengan perasaanku?
        Bohong, jika mengatakan tak lagi mengingatnya. Tapi setidaknya tak ada lagi rasa menyesakkan yang sering menggangu seperti dulu.
     Tak ingin menyalahkan siapapun, tapi bolehkah aq mengingat obrolan kita saat tiba-tiba rindu datang menyapa?
      Selalu ada yang menggantikan apa yang telah pergi. Aku ingin meyakini hal itu. Lalu, apa yang telah menggantikanmu?  Belum ada, atau harus kujawab tidak ada yang bisa? Kutertawakan diriku karena lamunannya yang konyol. Bersama dengan lamunan yang konyol itu terdengar sebuah lagu, lagu yang dulu begitu indah namun kemudian menyakitkan. Tapi kini tak lagi kurasakan hal seperti dulu. Lagu ini telah kuanggap tanpa alamat. Hanya sekedar mendengarkan dan biarkan pikiranku membayangkan hal indah yang kuharapkan terjadi karena aku tak ingin kembali.
      Tenang saja, aku yang saat ini telah menemukan scenario dan peran yang ingin dijalaninya. Jika ada yang bisa menggantikannya yang telah pergi, mungkin itu adalah pengalaman dan kedewasaan?..


Selasa, 08 Maret 2016

Kono Hiroi Sora no Shita de by 7!! (Seven Oops!!) Lyric and Translate

 Kono Hiroi Sora no Shita de by 7!! (Seven Oops) Lirik dan Translate Indonesia





Onaji  youni waratteta
Osana sugita futari
Kaze  ga kirameku watarirouka wa okiniiri no basho
                Menertawakan hal yang  sama
                Kita berdua masih terlalu muda
                Angin yang berkilauan di tengah koridor tempat favorit kita

Kao o yosete atte wa tazu
Katahou no Iyahon
Yasashiku hibiku setsunai koe ni
Namida shita ne
                Tak lagi saling memandang
                Mendengarkan salah satu earhone
                Dengan lembut menggema suara yang terdengar menyakitkan
                Membuatku menangis

Moeru futari dake no sain
Kitto minna wa shiranai
Fusake atte warai atta
Ano hi no modoretara
Tanda hanya ada kita berdua
            Pasti tak ada yang tahu
Saat kita bercanda dan tertawa bersama
Aku ingin kembali  ke hari itu

Kono hiroi sora no shita de ima kimi wa nani shiteru no?
Atashi wa mada miushinau koto ga ooi kedo
Kimi wa genki de imasuka? Naitari shitemasen ka?
Atashi wa ima kimi no egao omoidashite
Namida ga koboreta yo
                Di bawah langit yang luas ini, apa yang sedang kau lakukan?
                Aku masih sering saja melupakan
                Apakah kau baik-baik saja? Apakah kamu menangis?
                Saat ini aku mengingat senyumanmu
    Lalu air mataku pun menetes

Namida no wake mo kikazu ni
Sobani ite kureta ne  
“Mou daijoubu”  Tte warau kimi ni
Tasukerareta yo
Saat aku tiba-tiba menangis
Kau akan berada disampingku kan
Tersenyum lalu mengatakan semua akan baik- baik saja
Hal itu membantuku

Kimi to sugosu jikan wa
Nani yori  mo tanoshikute
Katari atta, kenka mo shita
Aa kagayaiteta
Waktu yang kulewati denganmu
Menyenangkan lebih dari apapun
Bercerita bahkan bertengkar
aa.. Indahnya  saat itu

Kono hiroi sora no shita de ima kimi wa nani shiteru no?
Atashi wa mada omoide no ano kyoku kuchizusamu wa
Kimi wa egao de imasuka? Samishiku shitemasen ka?
Kimi no koto o ichiban shitteiru no wa atashi datta no ni ne
Di bawah langit yang luas ini, apa yang sedang kau lakukan?
Aku masih menyanyikan lagu kenangan kita
Apakah kau tersenyum? Apakah kamu kesepian?
Aku berharap bisa mengetahui lebih banyak lagi tentangmu

Moeru futari dake no sain
Itsumademo wasurenai yo
Fuzake atte, warai atta
Sayonara, Arigatou
Tanda hanya ada kita berdua
Takkan kulupa sampai kapanpun
Saat kita bercanda dan tertawa bersama
Selamat tinggal dan terima kasih

Kono hiroi sora no shita de ima kimi o omoi nagara
Atashi wa ima kono basho kara aruki hajimaru wa
Atashi wa genki de iru yo mou naitari shinai kara
Hirogaru sora atarashii kaze ni fukare
Namida wa kagayaku yo
Dibawah langit yang luas ini aku memikirkanmu
Lalu memutuskan untuk mulai melangkah dari tempat ini
Aku baik-baik saja dan tak ada lagi tangisan
Air mataku bersinar ditiup oleh angin baru
Di bawah langit yang luas ini.

Harisake sou na mune o itami wa
Atashi to kimi o tsunai de itanda
                Rasa sakit yang menyesakkan dada ini
    mungkin menghubungkan aku dan kamu
               

Jumat, 04 Maret 2016

Lei it Go or Let it Flow...



Mulai kuragukan, hal yang dahulu sangat kuyakini

Tentang rangkaian harapan yang kini hanya menjadi sebatas angan.
Aku berfikir, berfikir, dan berfikir..
Tentang perasaan yang dulu kumiliki,
Tentang perasaan yang ingin kujaga
Dan tentang seseorang yang ada dimasa lalu.

Apakah perasaan itu benar-benar ada?
Bagaimana dengan hal yang kusebut dengan “pengorbanan” itu?
Tulus kah?
Atau itu hanya sebatas keegoisan dan ambisi untuk memiliki?

Tak kumengerti,
Rasanya aku tak ingin mengerti
Karena aku takut,
Takut untuk tahu tentang betapa egoisnya aku
Yang begitu memaksakan perasaan ini kepada seseorang
Berharap dia merasakan hal yang sama.

Ahh,,
Biarkan, biarkan, dan biarkan berlalu
Biarkan hal itu menjadi masa lalu dan menghilang.
Ingin kujaga perasaan yang tersisa
Ingin kulindungi hati ini,
Agar tak merasakan lagi hal yang sama
Merasakan sakitnya saat terjatuh.
Hingga suatu saat nanti akan kutemukan,
Dia..
Seseorang yang mampu membuatku mempercayainya..

CHiCO with HoneyWorks - 11月の雨 Lyric and Translate

Sepertinya hujan masih betah untuk membasahi bumi dan menjadi saksi dari berapa cerita. Seperti di lagu CHiCo with HoneyWorks yang judulnya Juuichigatsu no Ame yang menceritakan sepenggal kisah kala hujan turun.. 

Ternyata butuh waktu hampir seharian untuk nyelesaiin lirik+ terjemahan dari lagu ini. But yah moga- moga aja hasil translate kali ini gak mengecewakan mengingat ini project lirik pertama setelah fakum beberapa waktu 

11月の雨 / CHiCO with HoneyWorks
 ( Lirik dan Translate Indonesia)



Tsumetaku natta kaze tsutsumi komu te ga
Iki o uke kimi ga yogiru asa
Juuichigatsu no ame hitotsu no kasa o
Tochuu made tojita tsuugakuro
Di pagi ini ketika dinginnya angin menerpa tanganku
Tiba-tiba aku teringat dirimu
Di jalan menuju sekolah bersama dengan hujan bulan November
Salah satu payung kita tetap tertutup hingga setengah jalan

Suikomu kuuki ga kawari dasu
Soredemo narande issho ni aruita
Kawaranai amaoto kikinagara
Eien o shinjiteta
-         Menghirup udara yang mulai berubah
-         Meski begitu kita tetap jalan berdampingan
-         Mendengarkan suara hujan yang tak berubah
-         Percaya ini akan berlangsung selamanya

Mijuku na watashitachi ni wa nasusube mo naku
Kisetsu ga kagirareta toki o ubau
Wazato rashiku tsunagu koe kanashi sugiru kara
Itsuka kono ame yamimasu you ni
Itsuka yamimasu you ni
-         Kita berdua yang belum dewasa dan juga tak  berdaya
-         Musim berganti mencuri sedikitnya waktu yang kita miliki
-         Caramu memaksakan diri menjaga percakapan kita membuatku sedih
-         Aku berharap hujan ini akan berhenti
-         Berharap akan terhenti

Kore ga saigo no ame isso egao
Fushizen na kaiwa tsuzukazu ni
Jimen o tataku oto kaki keshita koe
Itsumo yori mijikai tsuugakuro
-         Di hari terakhir hujan ini terlintas senyuman
-         Ada rasa canggung dalam percakapan kita
-         Suara hujan saat menyentuh tanah lalu menghilang
-         Dan jalan ke sekolah yang terasa lebih singkat dari biasanya

Owatte shimau no wakatta yo
Soredemo narande issho ni aruita
Kawaranai ama oto kikinagara
Eien o inotta
-         Mengerti ini akan segera berakhir
-         Meski begitu kita tetap jalan berdampingan
-         Mendengarkan suara hujan yang tak berubah
-         Berdoa ini akan berlangsung selamanya

Mijuku na watashitachi ni wa nasusube mo naku
Kisetsu ga kagirareta toki o ubau
Kimi ga suki ienai mama toori sugita ame
Itsuka todokeru hi o sagasu yo
-         Kita berdua yang belum dewasa dan juga tak  berdaya
-         Musim berganti mencuri sedikitnya waktu yang kita miliki
-         Kata “Aku menyukaimu” yang tak terungkapkan berlalu bersama hujan
-         Aku akan mencari saat dimana aku dapat mengungkapkannya

Moshimo kimi ga boku no koto o
Wasuretatte  daijoubu dakara
Koraerarenai nara iwanai de yo
Kiite goran ame no oto
-         Tidak apa-apa jika suatu saat
-         Engkau melupakanku
-         Rasa yang tak tertahankan kumohon jangan berkata seperti itu
-         Dengarkanlah suara hujan ini

Mijuku na watashitachi ni wa nasusube mo naku
Kisetsu ga kagirareta toki o ubau
Kimi ga suki ienai mama toori sugita ame
Mimi o sumashite kikoeru kara
-         Kita berdua yang belum dewasa dan juga tak  berdaya
-         Musim berganti mencuri sedikitnya waktu yang kita miliki
-         Kata “Aku menyukaimu” yang tak terungkapkan berlalu bersama hujan
-         Cobalah dengarkan, maka kau akan mendengarnya

Tsunagatteru ima demo konna ame no hi wa
Kimi no machi made todoku you ni
Kimi ni todoki masu you ni
-         Hujan yang tetap menghubungkan kita hingga saat ini
-         Kuberharap kata ini dapat menggapai tempatmu berada
-         Berharap dapat menggapaimu…

Rabu, 02 Maret 2016

Let me, Forget??



Merasakan hembusan angin yang menyapa di malam hari
Betapa lembutnya hembusan itu
Dapat membantumu terlelap dalam tidur
Aku tahu, tak ada niat untuk menyakiti

Tapi, entah mengapa aku selalu saja terjebak dalam situasi ini
Teringat lagi, kenangan yang ingin kulupakan
Ingin kudengarkan lagi, lagu yang sebenarnya  tak ingin kudengar

Ah, keadaan ini
Kuakui aku benci menjadi seperti ini
Aku benci saat  aku tak bisa membencimu
Meski begitu lagi- lagi kuakui, bahwa aku tak ingin melupakanmu
Lalu, apa pilihan yang dapat ku pilih?
Agar aku tak perlu merasa kasihan kepada diriku
Agar aku tak perlu berusaha untuk membenci ataupun melupakan?

Selalu saja ada keadaan yang membuatku mengingatmu
Saat hujan turun dari langit malam, misalnya.
Ataupun saat bintang bersinar dengan indahnya.
Aku ingin melihatnya, senyuman itu
Entah sudah berapa kali terlintas keinginan untuk melihat senyuman itu
Senyuman yang selama ini hanya bisa kubayangkan

Apa ini, ada senyuman yang terlintas dari wajahku
Meski aku ingin membenci, meski ingin melupakan?

Mungkinkah aku salah?
Haha,, bodohnya aku
Sepertinya aku tak benar-benar ingin melupakanmu
Bagaimana mungkin aku masih bisa tersenyum seperti ini
Jika aku benar-benar membencimu?


Sekilas kisah tentangnya


Tuhan…
Rasa ini sungguh tidak adil,
Bagaimana mungkin aku selalu mengingat dan mengenang
Seseorang yang bahkan tak pernah kutemui?
Sangat sulit ketika aku harus menahan diri saat kenangan itu tiba-tiba muncul
Dan rasa ingin bertemu ini?
Ahh.. sungguh sangat menyiksa..

Kenangan?
Entah kenangan apa yang aku ceritakan
Bisakah hal itu disebut kenangan?
Saat kita tak pernah bertemu dan menghabiskan waktu bersama..

Lucunya aku Tuhan,
Saat aku merindukan hal yang tak aku tahu apakah hal itu nyata atau tidak
Tanpa aku sadari, Dia telah menjadi sumber inspirasiku
Dia, yang pernah membuatku merasa bahagia
Walau aku tahu tak mungkin bersama dan memilikinya
Bayang – bayang tentangnya yang terkadang masih ada,
Entah apakah aku harus bahagia saat mengingatnya, atau???

Ahh,,
Aku tak ingin menyalahkan siapapun atas apa yang pernah kualami
Rasa ini, biarkanlah rasa ini tetap ada jika dia menolak untuk pergi
Karena pasti akan ada saat di mana aku akan tersenyum dan berkata “aku baik-baik saja”
New Post