Sabtu, 27 Desember 2014

Chiisa na Kiseki "Part 6: First Date dan Janji yang terlupakan"

Mungkinkah ini cinta, 
Tiba-tiba ada perasaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya muncul
Pertama kali kusadari, juga saat pertama kali aku melihatmu
Saat kusadari hal itu, 
Kuputuskan untuk tidak menyerah dan   melepaskannya
Karena aku suka kamu.!!

Yuki lagi-lagi melamun di bangkunya, dia merasa sangat kecewa dengan Yuuta yang begitu mudahnya melupakan janjinya yang baru saja dia ucapkan kemarin. Kemudian Yuuta menghampiri Yuki dan duduk di bangku yang ada di depan Yuki
“Yuki kamu kenapa, akhir-akhir ini kamu sering melamun dan mulai sering kesekolah sendirian”
Yuki tersenyum kecil “tidak apa-apa,”
“hm, kamu yakin? kalau begitu jika ada masalh cerita ke aku yah.”
“Masalah aku itu kamu” Ingin sekali Yuki mengatakan hal itu, tapi dia menahannya dan hanya mengucapkannya dalam hati.
“Oh iya sepulang sekolah nanti aku mau berbicara sesuatu padamu.”
“iya” jawab Yuki singkat
Kemudian Haru datang dan seperti biasa menyapa Yuki dan Yuuta. Melihat Haru datang, Yuuta segera berdiri dari bangku Haru, “Pagi Yuki, Yuuta”
“Pagi Haru, kemarin terima kasih”
“No problem”
“Aku ke bangku aku dulu ya” ucap Yuuta
Hime datang dan duduk dibangkunya setelah mengucapkan selamat pagi pada teman-temannya dan langsung memulai percakapan dengan Yuuta.
“Yuuta mengenai acara minggu ini, apakah aku boleh mengajak Yuki?”
“Eh, terserah kamu,” walaupun sebenarnya Yuuta berharap hanya bisa pergi berdua dengan Hime.
“baiklah aku akan menanyakannya” Hime kemudian menghampiri Yuki, yang bangkunya hanya dipisahkan oleh bangku yuuta.
“Yuki, hari minggu ini aku dan Yuuta akan pergi bersama apakah kamu mau ikut?”
Yuki kemudian teringat jadwal check-upnya pada hari itu.
“Maaf, hari itu aku ada urusan.”
Haru yang selalu ingin tahu, tiba-tiba berbalik “apa, apa?, jalan-jalan apa aku boleh ikut”
“Apakah Haru mau pergi?”
“Oh, tidak bisa. Haru, bukannya kamu sudah janji  akan menemaniku Minggu ini?
“Eh, benarkah?” Haru bingung
Yuki memberikan kode kepada Haru “Masa kamu lupa?”
Haru menerima isyarat Yuki “Oh iya,, benar aku harus menemanimu ya??. “
“Jadi kalian berdua tidak bisa pergi yah?” Hime tampak kecewa.
“Maaf Hime, Lain kali ya.” Ucap Yuki
“hm,, baiklah kalau kalian berdua tidak bisa” Hime lalu kembali ke bangkunya.
Sepulang sekolah
Kelas mulai kosong, Hime mengajak Yuki pulang tapi Yuki mengatakan kalau dia mempunyai urusan dan menyuruh Hime dan Haru pulang duluan. Setelah kelas kosong, Yuuta menghampiri Yuki dan berdiri di samping meja Yuki.
“ada apa Yuuta, kalau mau bicara kan, bisa diperjalanan pulang atau bisa lewat Hp” Yuki sementara membereskan buku-bukunya.
Yuuta tiba-tiba mengungkapkan apa yang dia rasakan,
“Aku suka kamu, Tiba-tiba muncul perasaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya
Pertama kali kusadari, juga saat pertama kali aku bertemu denganmu
Saat kusadari hal itu, Kuputuskan untuk tidak menyerah dan melepaskannya
Karena aku suka kamu.!!”
Yuuta menyelesaikan kalimat itu tanpa melihat Yuki, dia hanya menundukkan kepalanya karena malu dengan apa yang telah dia ucapkan. Yuki terkejut mendengar pengakuan yang tiba-tiba itu.
“Yuu,,, yuu.. ta,, itu??” Yuki tergagap, matanya berkaca-kaca.
Yuuta yang masih berdiri disamping meja Yuki kemudian terduduk dan masih melihat ke bawah, dia tidak berani melihat wajah Yuki. Yuki perlahan-lahan ingin memegang kepala Yuuta dan membelainya
“menurutmu jika aku mengatakannya, Hime akan menerimaku?”
Tangan Yuki yang hampir menyentuh rambut Yuuta, terhenti dan Yuki menarik kembali tangannya. Yuuta memberanikan diri melihat wajah Yuki. Yuki salah tingkah
“Boo..boo…Bodoh, mana mungkin dia akan menolak., Aku saja hampir salah sangka”
Terlihat wajah bahagia dari Yuuta “Terima kasih, aku senang mempunyai sahabat sepertimu” karena senang, Yuuta bangkit dan memeluk Yuki yang masih terduduk di tempatnya. Ingin sekali dia segera beranjak pergi dari tempat itu. Tidak ada sedikitpun raut wajah bahagia yang muncul diwajahnya, dia hanya memaksakan senyumnya dengan air mata yang tertahankan. Tiba-tiba Haru muncul dan membuat keributan dengan menggeser pintu kelas dengan keras “Aduh,, aku melupakan sesuatu”
Yuuta melepaskan pelukannya. Haru menghampiri Yuuta dan Yuki karena memang bangku Haru di depan bangku Yuki.
“Yuuta kamu pulang duluan saja” Ucap Yuki
“Tapi??”
“Tenang saja aku yang akan mengantar Yuki pulang” Ungkap Haru
Yuuta curiga ada hubungan antara Yuki dan Haru “hmm baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian, Yuki hati-hati yah” Yuuta mengambil tasnya lalu meninggalkan mereka berdua.
Nampak punggung Yuuta perlahan-lahan meninggalkan kelas dan kemudian menghilang. Haru duduk dibangkunya “sekarang kamu boleh nangis sepuas-puasnya, “
“Apa maksudmu, siapa juga yang pengen nangis??” Yuki mengatakan hal itu, tapi perlahan-lahan air matanya mengalir dan dia pun menangis, karena malu di lihat oleh Haru dia menundukkan wajahnya di bangkunya
Haru hanya terdiam melihat Yuki. Haru juga ingin melakukan hal yang sama seperti yang Yuki lakukan tadi kepada Yuuta karena ternyata Haru melihat dan mendengar pembicaraan Yuuta dan Yuki. Saat dia pulang bersama Hime, dia beralasan jika dia melupakan sesuatu di  kelas jadi dia kembali karena khawatir dengan Yuki, dan ternyata kekhawatirannya benar. Tangan Haru perlahan-lahan mendekati kepala Yuki, tapi kemudian Haru pun mengurungkan niatnya.
“argghh,,,, aku lapar” teriak Haru
Yuki lalu melihat Haru dengan matanya yang bengkak dan masih dipenuhi air mata. Haru menghapus air mata Yuki “Aduh, kasihan sekali, wajahmu sampai basah seperti ini. Bisakah kamu berhenti?”
Yuki bingung, “berhenti?”
“Iya, berhenti menyakiti diri kamu”
Yuki terdiam
Haru menatap Yuki dengan serius, “Aku lebih bisa membuatmu bahagia dan tersenyum daripada Yuuta”
“Apa maksudmu, ini bukan tentang Yuuta.” Yuki mengelak
“Kamu masih bisa bilang ini bukan tentang Yuuta, lalu??”
Suasana sekitar Yuki mulai tidak mengenakkan baginya, Yuki memaksakan dirinya tertawa dan mulai mengajak Haru bercanda lagi “Eh, kamu kenapa sih, bukan kah tadi kamu lapar? Ayo kita cari makan”
Haru mengikuti alur pembicaraannya “Kamu mau makan di mana? Oh iya, kamu beneran mau ditemani hari minggu nanti?”
Yuki terkejut Haru masih mengingat pembicaraan tadi pagi.  Dia mulai menampakkan senyumnya lagi “terserah kamu”
“Yoshhh. Oke.”
Minggu
Sudah beberapa bulan Yuki tidak menginjakkan kakinya di Rumah sakit ini, dia Cuma bisa diam saat dokter melakukan beberapa pemeriksaan pada kakinya, akhirnya dia tidak perlu lagi menggunakan alat mengganggu itu. Yuki menemui Haru yang sedari tadi menunggunya di depan ruangan dokter. Tampak wajah ceria dari gadis itu.
“Bagaimana?” Tanya Haru
“apanya yang bagaimana, tentu saja aku sangat senang”
“Kalau begitu untuk merayakannya bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman hiburan?” ajak Haru
“tentu saja, ayo..” dengan wajah berseri-seri Yuki menarik tangan Haru
“jangan paksakan dirimu, kamu kan baru sja bisa berjalan tanpa tongkat”
“Tidak apa-apa, aku baik-baik sja kok”
Yuki berbisik dalam hatinya “aku benar baik-baik saja kan?, aku tidak perlu mengingat kesedihan ku lagi kan?, sudah berapa kali aku mengulang dan memikirkan hal yang sama. Sudah berapa kali aku menangis karena orang yang sama, ini saatnya aku untuk berubah kan?, ini saatnya untuk melupakan. Haru, bisakah kamu membantuku??”
Haru dan Yuki menuju ke taman hiburan tapi mereka berdua tidak tahu Hime dan Yuuta juga ada di sana. .
Hime dan Yuuta menikmati pemandangan akuarium besar yang ada di taman hiburan
“sayang sekali yah, Haru dan Yuki tidak bisa ikut bersama kita” Ucap Hime
“ahaha, iya yah. Tapi kenapa?”
“katanya Yuki ada urusan, tapi aku tidak menanyakannya”
“Urusan,??” Yuuta mulai mengingat-ngingat, lalu dia teringat tentang janjinya kepada Yuki “ya Ampun, kenapa aku bisa melupakannya”
Hime menoleh ke Yuuta dengan ekspresi kebingungan “Ada apa Yuuta?”
“Maaf Hime, tapi bisakah kita membatalkan acara hari ini, aku baru ingat kalau aku ternyata punya janji dengan Yuki.”
“Astaga, Yuuta kenapa kamu bisa melupakan hal itu. Kasihan Yuki. Tapi, Janji apa??”
“Aku janji untuk menemaninya untuk Check-up hari ini, Ya ampun kenapa aku bisa lupa. Bodoh, bodoh.”
“Kalau begitu harusnya kamu segera menyusul Yuki. Tidak apa-apa aku bisa pulang sendiri”
“Benarkah? Sekali lagi aku minta maaf yah Hime. Kalau begitu aku pergi dulu. Dah..!!”  Setelah meminta maaf kepada Hime, Yuuta segera menuju ke RS. Dia mengambil HP yang ada di kantongnya dan menghubungi Yuki namun tidak diangkat karena Yuki lupa membawa Hp nya. Yuuta berlari, dia tidak melihat saat dia berpapasan dengan bis yang dinaiki  Haru dan Yuki, terlihat Yuki duduk dekat jendela dengan senang berbicara dengan Haru.
“Mengapa kamu tidk mengangkat teleponnya Yuki??” bisik Yuuta dalam hati, saat ini dia berada dalam bis dan tidak berhenti menelpon Yuki.
Haru dan Yuki sampai di taman hiburan. Mereka terkejut saat bertemu dengan Hime di pintu masuk taman itu.
“Hime,” Yuki memanggilnya
Hime terkejut saat melihat Yuki tanpa tongkatnya, “Yuki, kenapa kamu disini?”
“Kok kamu bilang kenapa, tentu saja untuk bermain kan. Hime kamu aneh. Ahahah”
“Tidak, bukan begitu tapi tadi Yuuta bilang dia ingin menyusulmu ke RS.”
Yuki terkejut, “Eh, benarkah? Tapi, dia tidak menghubungiku” Yuki melihat ke dalam tasnya dan dia baru saja menyadari kalau dia melupakan Hpnya. “A..ah.. Siall aku melupakan Hp ku. Haru pinjam Hpmu.”
“Ok” Haru mengeluarkan Hpnya dari kantong celananya.
Tampak sedikit rasa cemburu di wajah Hime melihat Yuki dan Haru bersama dan begitu akrab “kalian berdua akrab sekali yah.” Ungkapa Hime dengan sedikit senyum terpaksa dari bibir tipisnya.
Haru merangkul Yuki “Tentu saja, kami kan bersahabat. Kan Yuki.”
Yuki melepaskan rangkulan Haru, “tunggu sebentar, aku sibuk”
“Mou,,, Yuki” Haru menghela nafas panjang.
Walaupun Hime terlihat senang dengan candaan Haru, tapi dalam hatinya sebenarnya dia bertanya-tanya tentang hubungan Yuki dan Haru. Sementara itu di bus, Yuuta melihat Hpnya yang berbunyi dan nampak nama Haru Hikari. Saat dia mengangkat hp itu, tiba-tiba berbunyi peringatan dan Hpnya lowbet. Melihat Hpnya yang lowbet, Yuuta hanya menghela nafas dan menaruh Hp itu kembali ke dalam kantong celananya.
Saat ini dia merasa sangat menyesal karena telah melupakan janji yang telah dia buat kepada Yuki. Yuuta berfikir mengapa Yuki tidak mengingatkannya saat Yuuta melupakan janjinya?, apakah Yuki tidak ingin menggangu Yuuta dengan Hime, dasar gadis bodoh. Kapan dia dewasa?. Tidak, bukan Yuki yang tidak  bersikap dewasa, tapi Yuuta merasa dia yang ceroboh karena telah melupakan janjinya. Lagi-lagi dia menghela  nafas dan menyandarkan kepala di jendela bis.
“Kenapa Hpnya tiba-tiba mati?” Gumam Yuki
“ ada apa Yuki?” Tanya Haru
“Tiba-tiba hp Yuuta mati.” Yuki merasa cemas. Dia segera menyerahkan Hp Haru dan berlari meninggalkan Haru dan Hime
“Kau mau kemana?” Haru berteriak
Langkah Yuki terhernti dan berbalik ke arah teriakan itu “Aku akan menyusul Yuuta”
“Dia bilang dia ingin menyusulmu ke RS” teriak Hime
“baiklah. Jaa, sampai jumpa besok” Yuki kemudian berlari dan meninggalkan Hime dan Haru.
“Hati-hati kamu baru saja bisa berjalan tanpa tongkatmu.” Teriak Haru lagi. “ya ampun, mereka berdua ceroboh yah.” Ungkap Haru kepada Hime
“hehehe, kamu benar.”jawab Hime
“karena kita sudah ada di sini kenapa kita tidak masuk saja dan bermain?” Haru tersenyum kepada Hime, dan hal itu membuat Hime tersipu.
“Tapi, aku baru saja dari dalam”
“sudahlah, ayo kita bersenang-senang” Haru menarik tangan Hime dan masuk ke taman hiburan.
Mereka makan kembang gula, dan menikmati beberapa wahana yang ada di sana tentu saja Hime merasa senang. Sore harinya, mereka berdua menaiki sebuah permainan yang mirip kincir angin itu dan duduk berhadapan. Suasananya mnjadi hening, mereka berdua hanya terdiam menikmati pemndangan “ini seperti kencan yah” Haru tiba-tiba megeluarkan kata-kata yang tentu saja membuat Hime terkejut. Dia melihat ke arah pria yang selalu tampak bersemangat itu,  “Eh..??”
Melihat ekspresi Hime, Haru tertawa “ahahahah,, maaf, maaf Hime apakah kau terkejut. Maaf.!”
Hime terlihat kesal “Haru, ini bukan sesuatu yang bisa dibuat sebagai becandaan,” Hime merajuk bahkan hingga selesai menaiki komedi putar tersebut. Hime mengambil langkah cepat dan meninggalkan Haru. Haru yang  menggaruk kepalanya dan merasa menyesal. Hime melihat kebelakang berharap pria itu mengikutinya, tapi dia kecewa karena tampaknya tidak ada sosok yang dia kenal mengikutinya. Dengan kecewa, Hime melihat kembali ke depan dan terkejut melihat boneka kelinci yang lucu  berwarna putih dengan ukuran sedang ada di depan wajahnya. Boneka lucu itu mengeluarkan suara “Hime-chan, maaf. Jangan suka cepat marah nanti kamu cepat tua.”
Hime tertawa dan mengambil boneka tersebut hingga perlahan-lahan tampak wajah Haru yang tersenyum “ahahah, apa-apaan itu.!”. Senyum itu, senyum yang membuat Hime teringat kembali dengan anak kecil yang dulu menolongnya. Hime ingin menanyakan apakah Haru masih mengingat kejadian itu, tapi belum sempat Hime mengeluarkan sepatah kata, perut Haru berbunyi dan lagi-lagi Hime tersenyum melihat Haru yang selalu bisa membuatnya terkejut dengan tingkahnya
“ahahah, sepertinya aku lapar. Ayo cari makan” ajak Haru
“Ayo.”
Hime dan Haru berjalan berdampingan, terlihat dari belakang disinari sinar matahari sore, mereka  berdua tampak serasi.
“Terima kasih untuk hari ini. Aku senang sekali” Ungkap Hime
“bukan, harusnya aku yang mengucapkan terima kasih kan aku yang memaksamu untuk menemaniku. Terima kasih yah Hime.”
Ditemani sinar matahari sore, mereka berdua tertawa dan mengakhiri hiburan hari itu.
Berbeda dengan kedua temannya, hari itu saat jam di taman menunjukkan pukul tiga sore Yuki dan Yuuta merasa cemas karena tidak bisa saling menemukan dan dalam hati, mereka berdua sama-sama bergumam
“ Di mana kamu Yuuta?”,
“ Di mana kamu Yuki?”

BRIGHT- Kirai Demo Suki "Aishiteru" Lirik



Kirai, kirai, kirai, kirai
Kimi no koto nanka
Demo suki, suki, suki, suki dakara
Koko ga itai yo

Aishiteru so Aishiteru
Sore dake ga tsutaetakute
Demo kimi ga tooi yo
Konna ni soba ni iru noni naze?

Atarimae no koi ni
Akogareteru nante
If dareka ni kikaretemo
I can’t say.. Ienai

I hope that ano futari wakarechaiba ii
Danante doukashiteru baka mitai watashi
You are the only one for me
Kounaru hazu janakatta

Aishiteru so Aishiteru
Sore dake ga tsutaetakute
Demo kimi ga tooi yo
Konna ni soba ni iru noni naze?

Egao narebu yoko de
Uzukumaru secret of mine
Tsurarete warattetemo
So my Heart naiteta

It's friday futari tetsunai kuteru egao
Tsunakute Setsunakute mewo fuseta
You are the only one for me
Doushite watashi janai no?

Aishiteru sou Aishiteru
Sore dake ga tsutaetakute
Demo kimi ga tooi yo
Konna ni soba ni iru noni naze?

Aitakute Anakutte
Kotoba wa sunaoni narenakute
Kowashiteku na ii kara
Nani mo nani mo ienai

Ima doko de
nani omotte
Donna kyoku o kiiteru no
Tell me baby please Oshiete
Kagena demo ii kara

Aishiteru so Aishiteru
Sore dake ga tsutaetakute
Demo kimi ga tooi yo
Konna ni soba ni iru noni naze?

Kirai, kirai, kirai, kirai
Kimi no koto nanka
Demo suki, suki, suki dakara
tooku natekuyo

Sabtu, 06 Desember 2014

The Best Slow Music and Sad Song

The best sad song that I ever heard. Mungkin setelah dengar musik beberapa lagu J-POP di bawah ini bisa masuk list lagu tersedih kamu. Yah, walau saya tahu selera musik orang berbeda-beda tapi mungkin saja ada yang sependapat dengan saya. hehehe



1. Yoko Hikasa - Owaranai Uta

     Udah ada yang pernah dengar? lagu ini pernah jadi soundtrack anime movie HAL. Penyanyinya sendiri udah pernah jadi pengisi suara karakter anime loh. Anime K-ON, nah ayo coba tebak siapa??



2. Ken Hirai - Canvas

     Lagu ini merupakan ost Live Action anime Hachimitsu to Clover.  Kurang tahu sih filmnya kayak gimana. Tapi kalau animenya yah lumayanlah ada Romance+Comedynya jadi gak ngebosenin .




3. K- Only Human

     Hikzzz,, udah ada yang pernah nonton filmnya gak? wih sedih bangeet. Soundtracknya juga pas banget lagi. Dapat pengajaran baru, klu orang yg penyakitan aja gak mau terlihat lemah masa kita yang sehat bisanya cuma ngeluh. Walaupun udah lama, tapi Filmnya saya rekomendasikan deh.



4. Haruka Chisuga - Kibou no Hana

     Kalau ini ostnya anime Kotoura-san. Animenya menceritakan tentang seorang gadis yang dijauhin orang yang disayanginya karena dia punya kemampuan membaca pikiran.




5. Kioku no Kakera ost Hanbun no Tsuki

     Animenya Hanbun no Tsuki settingan tempatnya kebanyakan di Rumah Sakit. Maklum ceritanya kan tentang seorang lelaki yang suka sama cewek yang sakit. Episode animenya juga cuma sedikit, kalau gak salah ada 6 episode. Untung gak sad Ending. hehehe



6. Motohira Hata- Altair

     Dan hingga list terakhir pun, tetap dari ost Anime. Altair merupakan ost dari anime Sakamichi no Apollon, Animenya penuh dengan musik kayak Nodame Cantabille.


             Lagi-lagi saya ingin bilang, sebenarnya masih banyak yang saya tahu tapi kalau di tulis dalam satu post, wah...... gak kebayang panjangnya kayak gimana.. Jadi, Mungkin ada part berikutnya kali yah.. ahahaha.
             Sekian untuk post kali ini semoga yang lihat suka..
New Post